DAFTAR ISI

Home » , , » Kupas Tuntas Kayu Stigi Darat, Stigi Laut, Stigi Darat Stigi Barek dengan nama lainnya kayu drini, santiki, suntigi, mentigi, centigi, mantinggi sebagai Kayu Bertuah Yang Diburu

Kupas Tuntas Kayu Stigi Darat, Stigi Laut, Stigi Darat Stigi Barek dengan nama lainnya kayu drini, santiki, suntigi, mentigi, centigi, mantinggi sebagai Kayu Bertuah Yang Diburu


Kayu Drini atau stigi atau santiki atau suntigi atau mentigi, atau mantiggi dll sebutannya,  dulu banyak dijumpai dipantai selatan Jawa khususnya dipantai Krakal sebelah timur Baron, Gunung Kidul. Untuk kawasan Jember banyak dijumpai dikawan pantai watu ulo, pantai puger serta pulau kecil disekitar pantai puger. Untuk Wilayah Situbando banyak ditemukan di kawasan pantai wisata baluran. Sedang di kabupaten banyuwangi banyak ditemukan dikaswan pantai grajakan, plengkung dan sekitarnya.

Menurut beberapa orang, kayu ini juga ditemukan didaerah pantai lain. Karena banyak dicari oleh warga maka kayu ini terancam
punah karena diyakini bertuah untuk keselamatan, anti black magic, anti gigitan ular dan dijauhi ular. Selain itu rendaman kayu dalam air juga berkhasiat mengobati penyakit perut.

Karena terlalu langkanya kayu jenis ini dan keberadaannya semakin diburu oleh para pengrajin sehingga kita harus kati hati benar cara memperolehnya, jika syarat perijinan tidak lengkap, maka salah salah kita akan menjadi santapan empuk oleh para penegak hukum di negeri ini. Tapi wajar sekali kalau jenis kayu ini harus dilindungi oleh pemerintah dari kepunahannya dan para pencuri gelap harus di tangkap untuk mendapat bimbingan yang benar

Dalam dunia pengobatan herbal  maupun dalam media mistik supranatural kayu setigi sangat dikenal dan banyak digandrungi sejak jaman dulu. Karakter serat kayunya yang keras dan anti hama serta mudah mengkilap. Kelangkaan dan keunikan serta fadhilah alaminya membuat setigi menjadi kayu bertuah di urutan kelas atas. Pohon kayu setigi tergolong kayu langka yang di jaman sekarang cukup sulit ditemui di alam bebas. Pertumbuhan pohon setigi cukup lambat dalam kurun waktu 5-10 tahun hanya
berdiameter 5-10 cm saja dan tingginyapun tidak seberapa hanya sekitar 1-2 meter. 

Sifat dan karakter dari  batang stigi berbelok - belok atau tidak lurus mempunyai serat yang alot atau keras lebih keras dari kayu biasa pada umumnya. Keunikan kayu stigi tenggelam di air walau hanya secuil saja,bahkan kualitas kayu setigi yang tua ratusan tahun dari kayu mati ngurak limbah serbuk gergajinya juga tenggelam di air. Keunikan yang lain adalah mempunyai sifat alami sebagai kayu penyedot bisa hewan atau serangga berbisa  dengan cara ditempelkan dibekas sengatan atau gititan “luka baru” kulit bekas gigitan akan terasa tersedot sampai bisa racun tadi keluar atau terhisap oleh kayu setigi. Merupakan cara orang kuno dalam menolong korban patukan ular yang pada   saat itu masih sangat jarang tenaga medis. Namun beberapa orang masih ada yang mempunyai jenis fosil kayu stigi yang memiliki khasiat seperti ini.


Ada jenis kayu stigi Kayu yang kering akan berbau harum bila digosok dengan ujung jari. Jenis Drini dari Pulau Kangean Madura  oleh penduduk setempat dinamakan SETIGI, CANTINGGI atau MENTIGI, kayu ini juga banyak dicari untuk pengobatan, karena langka maka harganya sangat mahal, biasanya pohon Drini tumbuh ditanah kapur yang banyak mendapat angin laut atau sering terendam air laut. Ternyata jenis kayu stigi kangean Madura memiliki sifat yang harum dibanding dari stigi pulau lainnya.

Fungsi dan khasiat dari jenis kayu ini adalah untuk Keselamatan, kewibawaan, rejeki, penawar racun, anti daya negative serta masih banyak lagi fungsi dan kegunaannnya disamping bentuk dan karismatik dari pamor kayu ini.

Secara umum jenis kayu stigi dapat dibagi menjadi  2 (dua) dilihat dari cara hidupnya yaitu :

STIGI DARAT 
STIGI LAUT
Dari sisi warna stigi ada 4 (empat) jenis yaitu :
STIGI PUTIH 
STIGI KUNING
STIGI COKLAT
STIGI HITAM STIGI LOREK/BAREK
STIGI LAUT


Dari segi alam tumbuhnya yang disebut sebagai stigi laut biasanya hidup di tanah pasir pantai, karakter kayu serta serat jenis kayu stigi laut warnanya  lebih mempunyai warna yang cerah, kuning maupun coklat muda, walaupun ada yang coklat tua namun sangatlah jarang. Karena yang warna coklat tua ini sering disebut oleh TEAM MAKRIFAT BUSINESS sebagai GALIH STIGI LAUT dan bahkan ada yang berwarna hitam legam, tapi sungguh sangat langka, biasanya jenis ini yang sudah menjadi fosil.


Secara umum daur hidup kayu setigi memang banyak ditemukan di daerah pulau-pulau, dia bisa tumbuh di tanah pasir pesisir pantai, tanah padat tandus,tanah rawa, tanah berkapur baik di pantai maupun di bukit-bukit pulau.

STIGI DARAT
Pohon setigi yang tumbuh di tanah padat, tandus, kapur, pegunungan,  berkapur maupun berrawa dan lebih mejauh dari kawasan pantai akan menghasilkan batang kayu lebih tua merah kecoklatan, coklat tua bahkan hitam pada dugel kayu setigi mati yang tertimbun tanah puluhan atau mungkin ratusan tahun bahkan jutaan tahun, maka untuk yang jutaan tahun silam inilah yang disebut sebaAI  FOSIL STIGI. Setigi jenis ini biasa disebut dengan  SETIGI DARAT.  Stigi darat mempunyai massa atau berat yang lebih berbobot dibanding yang tumbuh di pantai serta lebih keras karakter kayunya. Hal ini terjadi pula pada jenis kayu
lainnya misalnya pada karakter kayu sengon laut dan sengon biasa, kelapa pantai dan kelapa gunung, juga masih banyak lagi jenis kayu lainnya.

Tetapi hasil penelitian dan penemuan dari TEAM MAKRIFAT BUSINESS semua jenis stigi jika sudah tertimbun tanah puluhan tahun atau ratusan tahun, lebih lebih di rawa atau pasir laut maka warnanya juga cenderung lebih hitam, nach... apakah jenis seperti ini juga bisa disebut sebagai stigi darat juga karena
berwarna hitam?

STIGI BAREK
Yang disebut sebagai STIGI BAREK adalah karena .karakter batang kayu setigi yang berkelok atau memutar sehingga menghasilkan motif garis-garis atau biasanya banhyak orang  menyebutnya "BAREK", BARET,MBARET kekerasan dan kilaunya akan mempunyai motif mata kucing  apabila digerak-gerakkan .

Jenis stigi barek atau stigi loreng atau stigi batik atau stigi warna warni ini hasil temuan dan pengamatan team MAKRIFAT BUSINESS juga bisa terdapat pada stigi yang hidup di darat, laut, rawa, gunung dan semuanya struktur tanah, hal ini terjadi karena dipengaruhi faktor alam dan lingkugan sekitarnya yang membentuknya. 





Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Google+ Followers