Produk by Makrifat Business

DAFTAR ISI

Mitos Kayu Walikukun dalam Sejarah dan Realitas


Walikukun, bukan kata yang asing lagi bagi sebagian besar masyarakat yang tinggal di wilayah Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten khususnya dan penduduk di sekitar wilayah itu. Selain menjadi nama dukuh di Desa Balak, Walikukun juga merupakan nama jembatan yang berada di jalur alternatif Solo-Klaten.
Menurut penuturan salah satu tokoh masyarakat Dukuh Walikukun, Suparman, 62, Walikukun merupakan nama pohon yang tumbuh di tengah area persawahan di dukuh tersebut.








Suparman menuturkan, legenda yang berkembang menyebutkan bahwa konon Sunan Kalijaga jalan-jalan dan pernah singgah sampai di lokasi tumbuhnya pohon Walikukun. “Saat itu, Sunan Kalijaga berhenti di daerah tersebut untuk shalat. Dia membawa tongkatnya dan kemudian menancapkan di tanah. Setelah salat, Sunan Kalijaga lupa tongkatnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut,” jelas Suparman saat ditemui Espos, di Dukuh Walikukun, Sabtu (24/10).


Pensiunan Guru SMP 1 Weru, Sukoharjo itu menambahkan, Sunan Kalijaga baru teringat tongkatnya ketika sudah sampai di Dukuh Sepi Desa Barepan Kecamatan Cawas. Sunan Kalijaga, imbuhnya, lantas berusaha ingin mengambil tongkatnya kembali. Namun, ternyata tongkat itu sudah tumbuh menjadi pohon.


“Sampai sekarang belum ada yang berani menebang pohon walikukun itu dan yang bisa menebang hanya keturunan dari Sunan Kalijaga. Hingga kini, pohon walikukun itu cuma dipangkas ranting-rantingnya. Akar pohon walikukun sudah menjalar dan tumbuh menjadi pohon baru,” terangnya.


Dijelaskan Suparman, suatu ketika ada orang yang mengambil kayu dari pohon walikukun tanpa izin. Orang itu, ucapnya, sakit dan seperti ada yang membisiki meminta agar kayu walikukun dikembalikan ke tempat semula. Setelah itu, kata dia, orang tersebut akhirnya bisa sembuh. Suparman mengemukakan mitos tersebut ada yang dipercaya oleh sebagian orang dan ada pula yang tidak mempercayainya.


Suparman menjelaskan, menurut kepercayaan masyarakat, kayu walikukun bisa digunakan untuk perlengkapan dalam sesaji saat mendirikan rumah. Sampai sekarang, kata dia, juga masih ada masyarakat yang percaya dan menggunakan kayu walikukun dalam sesaji ketika membangun rumah.


Kades Balak, Sukarjo menuturkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari beberapa pihak, lokasi pohon walikukun merupakan petilasan Sunan Kalijaga. Dia juga melihat tidak semua orang bisa menebang pohon walikukun. “Menurut cerita, kayu walikukun kadang digunakan untuk perlengkapan dalam sesaji saat membangun rumah,” kata Sukarjo. – Oleh : nad, Solopos

Keterangan dari Wikipedia : Pohon Walikukun (Schoutenia ovata Korth.) adalah pohon hutan tipe musiman anggota suku Tiliaceae yang tumbuh di Jawa dan pulau-pulau di sebelah timurnya.

Nama-nama lain :
• Actinophora fragrans Wallich ex R.Br.
• Actinophora hypoleuca (Pierre) o. Kuntze
• Schoutenia hypoleuca Pierre
• Nama lokal: kokon, daeng nieo, daeng samae, daeng saeng, popel thuge, East Indian wood, ach-sat, harikukun, kayu laduni.

Gambar pohon Walikukun ini kami copy dari sebuah website :
http://thekeyofthelight.blogspot.com/2009_01_01_archive.html)
Pohon Walikukun

Pohon Walikukun

Desa Walikukun......nama tempat di wilayah Kabupaten Ngawi, Propinsi Jawa Timur.Nama Walikukun juga menjadi nama dari spesies tumbuhan yang tergolong langka.Pernahkah anda melihat dan tahu seperti apa pohon "walikukun" itu..? Berikut kutipan singkat secara ilmiah mengenai pohon walikukun.



Walikukun (Schoutenia ovata Korth.) adalah sejenis pohon kecil anggota suku Tiliaceae. Pohon ini biasa ditemukan di hutan-hutan tipe musiman yang tumbuh diJawa dan pulau-pulau di sebelah timurnya. Sebutan lainnya di antaranya: harikukun (Sd.); lanji, walikukun (Jw.); kokon, wal├Ękokon (Md.)[1]. Juga,daeng nieo, daeng samae, daeng saeng, popel thuge, East Indian wood, ach-sat.[2]


Bioekologi ringkas

Walikukun berperawakan semak, perdu atau pohon kecil, bercabang mulai dari dekat tanah, dengan tinggi mencapai 25 m dan gemang batang hingga 40–45 cm, namun umumnya kurang daripada itu[1]. Daun-daunnya terletak berseling, bundar telur atau lonjong, 1–17 × 1–8 cm, dengan bagian sebelah ujung kadang-kadang berlekuk atau berbagi, berambut halus, hijau di atas dan coklat kemerahan di sebelah bawah. Bunganya putih kekuningan, tersusun dalam tandan. Sementarabuahnya kecil, sekitar 6 mm, berbiji tunggal.[3][4]
Tumbuh sampai ketinggian 900 m dpl., walikukun umumnya ditemukan di dataran rendah yang panas dan kering, di hutan-hutan gugur daunhutan jatisabana danpadang rumput. Kadang-kadang ditemukan di tanah yang berat dan kurang baik, yang becek secara periodik. Walikukun tahan terhadap naungan dan biasa tumbuh sebagai tajuk lapis kedua, sering ditemukan tumbuh menggerombol.[3]


Kegunaan

Kayu terasnya tergolong berat sampai sangat berat (B.J. 0,9–1,08; rata-rata 0,98[2]), keras, padat dan halus, serta tidak mudah patah. Berwarna coklat kemerahan seperti daging hingga coklat perang tua. Karena keuletannya yang amat baik, kayu walikukun banyak dipakai sebagai gandar kereta atau pedati, gagang perkakas dan lain-lain. Awet dan mudah dibelah, namun umumnya kayu ini sukar dikerjakan.[1]
Walikukun dimanfaatkan pula kayunya sebagai gagang tombak, dan juga sebagai kayu bakar. Kulit kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengikat yang kasar.
Pohon ini disebut-sebut dalam primbon Jawa berkhasiat melindungi rumah dari gangguan makhluk halus dengan cara ditanam di empat sudut pekarangan.
 sumber : wikipedia


Kayu Gali Asem




Galih Asem berasal dari hati pohon asam yang sudah berusia ratusan tahun yang terdapt pada intisari atau dalam kayu asem. Karakter dari Galih Asam bermanfaat untuk  keteguhan hati, keselamatan, kesehatan menambah stamina, alat pijat yang ampuh, dan melumpuhkan ilmu kebal. Galih asam yang memiliki energi maksimal berasal dari pohon yang separo pohonnya sudah lepas tetapi pohonnya masih hidup. 

Semakin tua usia kayu asem akan semakin kuat dan banyak galih asemnya dan  makin kuat energi yang terdapat pada galihnya. Sehingga jenis kayu ini sangat baik sekali untuk digunakan sebagai bahan tasbih serta acecories keperluannya mulai dari gelang, tongkat, cincin dll.

Kayu Kayu Istimewa

KAYU GALIH ASAM
Galih Asem berasal dari hati pohon asam berusia ratusan tahun. Karakter dari Galih Asam bermanfaat untuk : k eteguhan hati, keselamatan, kesehatan (menambah stamina), alat pijat yang ampuh, dan melumpuhkan ilmu kebal.
Galih asam yang memiliki energi maksimal berasal dari pohon yang separo pohonnya sudah lepas tetapi pohonnya masih hidup, terdapat lubang bagian tengah dan galih bagian atas dan bawah terputus seperti stalaktit dan stalaknit.
Kami menemukan pohon asam yang ditanam murid Sunan Kudus 665 tahun silam yang menjadi bahan baku Salib Kayu ini. Semakin tua usia kayu, makin kuat energinya. Untuk pesanan galih yang “istimewa” kami mengambil dari pohon tersebut melalui keturunannya .

KAYU SETIGI  
Setigi adalah kayu terpopuler diantara kayu istimewa. Sebagian orang menyebut Setigi sebagai “Raja Kayu Bertuah”. Kayu ini memiliki karakter “keras, kuat dan dinamis”. Kualitas Setigi terbaik di Indonesia berasal dari pulau Bengkoang dan Kembar .
Sebagian dari keunikan Setigi, jika ditempelkan pada bekas gigitan hewan berbisa (ular, kalajengkling, kelabang) dapat menempel dan menyedot bisanya keluar. Dan Setigi terlepas ketika bisanya sudah tersedot habis .
Setigi di tangan orang yang berprilaku baik, dapat menjadi “generator” bagi kekuatan spiritualnya. Kayu Setigi yang asli warnanya hitam kemerah-merahan dan tenggelam jika dimasukkan pada air (walau hanya secuil).
Hasil penelitian dengan foto aura, Setigi yang dipakai (kalung) selama 10 menit memunculkan aura orange dan merah menunjukkan kayu ini dominant unsur POWER (Vitalitas, Will Power/Ego). Energi dominan di kepala (otak) . Fungsi Kayu Setigi untuk : meningkatkan karisma, kekebalan bagi yang cocok, kewibawaan, selamat dari niat jahat, sihir dan hewan berbisa, juga menguatkan dan menyembuhan tulang/rhematik.
Kayu setigi pada umumnya tumbuh pada tanah tandus dan berbatu. Karena dihimpit benda keras menyebabkan teksturnya tidak merata (belang). Zaman dulu, kayu Setigi banyak dimanfaatkan jawara agar “tahan pukul” dan jika digunakan untuk memukul menyebabkan lawan pingsan. Zaman sekarang energi kayu ini lebih difungsikan para pemimpin agar mudah mengatur anak-buahnya .  

KAYU LONTROK  
Kayu Lotrok sering digunakan untuk membantu proses melahirkan agar lebih mudah. Caranya dengan merendam pada air putih lalu diminum. Kayu Lotrok efektif untuk : Menghilangkan kesialan hidup (sengkala), Menghilangkan santet, guna-guna, dan untuk keselamatan jiwa. Dalam tradisi Jawa, orang yang diruwat (dihilangkan kesialannya) disarankan menggunakan kayu ini.

KAYU NAGASARI  
Kayu ini sering disebut juga kayu Tlagasari bisa dikategorikan sebagai Raja Kayu Bertuah sebanding dengan Setigi. Kayu ini memiliki energi sangat kuat, setingkat Tesek dan Setigi. Dalam penelitian dengan chronometer, Nagasari termasuk kayu level tinggi yang sulit ditandingi jenis kayu istimewa yang lain.
Penelitian dengan foto aura menunjukkan kayu Nagasari memancarkan aura “merah cerah” menunjukkan adanya kayu tersebut berkarakter : karisma, spirit, ego, vitalitas (power) seks dan love .
Karena itu, Nagasari disebut sebagai kayu pelet. Menurut para pelaku spiritual, Nagasari diyakini sebagai kayu yang mudah menyerap energi ketika pengguna kayu tersebut sedang membaca mantra, atau doa-doa tertentu. Secara umum, kayu Nagasari digunakan untuk tasbih, mata cincin, leontin, gelang, dsb. Dan berfungi untuk : kewibawaan, keharmonisan rumah tangga, meningkatkan karisma (daya tarik), selamat dari kecelakaan lalu lintas, penangkal petir, menyembuhkan sakit dalam dan ringan, menambah khasiat jamu (secuil kayu Naga Sari dicampur pada jamu, menambah khasiatnya).
Kayu Nagasari sifatnya “mempercepat proses”. Orang yang ingin keluar dari kehidupan gelap dan susah (sial) akibat perbuatan buruk (karma) masa lalunya, disarankan memanfaatkan kayu ini. Namun kayu ini energinya menjadi kotor jika dipegang orang yang pernah melakukan pembunuhan tanpa hak. Dengan memegang kayu ini pelaku pembunuhan dapat kejang-kejang.
KAYU BRAHMA  
Karakternya kayu Secang Brahma hampir sama dengan jenis kayu istimewa yang lain, yaitu untuk : kewibawaan, awet muda (panjang usia), keselamatan, melancarkan rezeki, penangkal santet (black magic), menolak hama, menetralkan lokasi angker akibat pengaruh negatif roh jahat atau sihir.
Ibu-Ibu agar tetap awet muda, agar suami betah di rumah, silakan mengenakan asesoris dari kayu Brahma dalam bentuk mata cincin, atau leontin. Kayu Brahma berwarna merah cerah dan sangat bagus untuk asesoris kaum wanita.  
 
KAYU DEWA DHARU
Kayu Dewa Dharu dikenal sebagai pasangan dari Kayu Setigi. Jika keduanya disatukan, menjadikan pancaran energi magisnya lebih maksimal. Kayu Dewa Dharu warnanya lebih putih kecoklat-coklatan dan diyakini berfungsi untuk : keselamatan, meningkatkan kharisma, meningkatkan keberanian (nyali), melancarkan rezeki, penangkal energi negatif, dan menetralkan racun.
Hasil penelitian dengan foto aura, Dewa Dharu yang dipakai (kalung) selama 10 menit memunculkan aura hijau dan biru menunjukkan kayu ini lebih kuat unsur PEACE ( Ketentraman dan kedamaian). Energi dominan di hati/qalbu. Karakter Kayu ini identik dengan Arjuna yang kharismatik, rendah hati, patuh, dan disiplin. Dibanding kayu Setigi, kayu Dewa Dharu lebih mudah didapatkan di wilayah kepulauan Gonipah dan Kemujan.

KAYU KALIMASADA
Pasangan lain dari kayu Setigi adalah kayu Kalimasada. Kayu ini lebih ringan, warna lebih hitam dibanding Setigi. Ketiga kayu (Setigi, Dewa Dharu dan Kalimasada) jika disatukan, menjadi energi yang kuat dan saling melengkapi. Setigi berkarakter “api” yang dinamis, sedangkan Dewa Dharu lebih kuat unsur sejuk dan meredam gejolak.
Hasil penelitian dengan foto aura, Kalimasada yang dipakai (kalung) selama 10 menit memunculkan aura biru dan ungu seperti aura orang yang sedang meditasi, berdoa atau mantra chanting. Kayu ini memperkuat energi SPIRITUALITAS, meningkatkan keluhuran budi, cerdas, mudah menghadapi masalah, melancarkan rezeki, karisma, keselamatan, dll.
Nama Kalimasada diberikan pada kayu ini menggambarkan perpaduan antara unsur lembut dan satria. Dewa Dharu mewakili karakter Pa ndawa lima. Yaitu, Yudhistira yang jujur, lembut dan tulus, Bima yang keras, Janaka yang kharismatik dan Nakula – Sadewa yang pintar, rendah hati dan senantiasa mendinginkan saat sedang ada masalah.

KAYU MINGING
 Kayu Minging pada zaman dulu sering digunakan sebagai tongkat oleh penduduk yang akan masuk hutan. Jika ada ular dan tongkat kayu Minging diacungkan, menyebabkan ular itu kaku dan tidak bergerak.
Zaman sekarang, kayu Minging banyak dimiliki para pejabat dan kalangan rohaniawan karena kayu ini memiliki karakter : Menajamkan instink (Indera batin), menolak santet, guna-guna, kewibawaan, dan keselamatan. Karena mampu menajamkan intuisi, mereka yang bekerja dengan imajinasi, bisnis dibidang saham, dll sebaiknya menggunakan kayu ini.
KAYU WALIKUKUN
Kayu Walikukun disebut Kayu Laduni. Seseorang yang memanfaatkannya memiliki kecerdasan yang tinggi. Fungsi lain dari kayu ini untuk : k eselamatan jiwa, sarana meditasi, kewibawaan dan mempercepat proses penyembuhan kelumpuhan.
Walikukun termasuk jenis kayu yang disarankan para pinesepuh Jawa agar salah satu dari bagian rumah ada yang terbuat dari jenis kayu ini (biasanya bagian dari penyangga genteng). Tujuannya agar seisi rumah cepat mendapatkan petunjuk (ilham) jika dalam kesulitan. Karena sifatnya yang mencerdaskan, para pelajar, pencipta, seniman, desainer perlu memiliki asesoris dari kayu ini.

KAYU AJI WINONG
Kayu Aji Winong sering digunakan para spiritualis untuk berkomunikasi dengan “alam lain”. Sebagian orang meyakini, manusia yang masih hidup dapat berkomunikasi dengan alam gaib. Seseorang yang mengenakan kayu Aji Winong disukai roh para leluhurnya. Hasil dari disukai ini, seseorang sering memiliki kelebihan yang dulu pernah dimiliki leluhurnya.
Fungsi lain dari kayu ini : Menolak santet, guna-guna, kebijaksanaan, keselamatan jiwa, dan memudahkan komunikasi dengan “alam lain”. Mereka yang nyalinya kecil, disarankan tidak memanfaatkan kayu ini. Kami menemukan pohon Aji Winong diameter 6 meter di sebuah desa bagian utara Gunung Sapto Renggo - Jepara. Pohon tersebut sudah ada sejak zaman Belanda. Pohon tersebut dikuasai desa. Siapapun tidak boleh mengambil kayunya kecuali yang patah karena terpaan angin.

====================
sumber artikel :



  1. Kayu Istimewa - Mystic Garden

     - 27 Jan
    Setigi adalah kayu terpopuler diantara kayu istimewa. Sebagian orang menyebut Setigi sebagai “Raja Kayu Bertuah”. Kayu ini memiliki karakter “keras, ...
    kayuistimewa.com/?kayu=istimewa - Tembolok

  2. Mystic Garden


    Disebut istimewa karena berdasarkan penelitian ilmiah, kayu-kayu tersebut ...
    kayuistimewa.com/ - Tembolok

Jenis Kayu yg mempunyai Keistimewaan

Sumber : Dari Bloq CERIWIS

Yang dimaksud dengan kayu bertuah adalah kayu yang secara kodrati mengandung daya kekuatan alamiah energi Prana ( Energi Bion ) dalam potensi supranatural yang berpengaruh kepada kehidupan dan bukan suatu kerayasa manusia yang semata-mata bersumber pada Allah Yang Maha Kuasa, yang menurunkan anugrahnya melalui hasil ciptaanNya supaya manusia sebagai mahluk yang berakal dapat mengakui atas kebesaran dan pertolonganNya .

Pengetahuan tentang kayu bertuah ini sudah dikenal sejak zaman dahulu oleh nenek moyang kita . Yang dimanfaatkan sebagai salah satu sarana mencapai suatu cita-cita dalam kehidupan yang nyata.

JENIS KAYU “BERTUAH”

Ada 33 jenis kayu yang memiliki radiasi positif. Namun karena ada beberapa jenis kayu yang berkhasiat sama, saya hanya menyantumkan 23 jenis, yaitu :

1. DEWA DHARU

Kayu Dewa Dharu adalah pasangan dari Kayu Setigi. Jika keduanya disatukan, khasiatnya akan lebih maksimal, khususnya untuk :

Keselamatan
Keberanian
Melancarkan rezeki
Penangkal energi negatif
Menetralkan racun
Kayu Dewa Dharu dengan jumlah terbatas dapat diperoleh di kepulauan Karimun Jawa, Jepara.



2. GALIH ASAM

Kayu Galih Asem berasal dari hati pohon asam yang sudah berusia ratusan tahun. Khasiat dari kayu ini untuk :

Keteguhan hati
Keselamatan
Kesehatan
Alat pijat yang ampuh
Melumpuhkan ilmu kebal
Galih asam yang memiliki power maksimal yang ditemukan dari pohon yang separo pohonnya sudah lepas tetapi pohonnya masih hidup, terdapat lubang bagian tengah dan galih bagian atas dan bawah terputus seperti  stalaktit- stalaknit dalam goa.



3. GALIH KELOR

Segala yang terdapat pada pohon kelor memiliki kekuatan alamiah. Daun kelor mampu menghilangkan pengaruh black magis. Khasiat galih kelor untuk :

Keselamatan
Penangkal santet,guna-guna, dll.
Ketajaman instink (Indera ke-6)
Kesaktian
Dari literatur barat, kelor ada tiga jenis. Yaitu, kelor putih, hitam dan yang merambat. Galih kelor terbentuk dari pohon yang sakit (diserang hama) namun karena getahnya tinggi lalu terkontaminasi dengan udara dan air hujan.



4. JATI LUWIH

Kayu Jati Luwih sering digunakan untuk tongkat. Tetapi kayu ini memiliki khasiat untuk banyak hal, diantaranya :

Melancarkan rezeki
Keselamatan
Kewibawaan
Menolak santet, guna-guna, dll
Kayu Jati Luwih ini sering digunakan para pejabat Militer untuk tongkat komando.

5. KALIMASADA

Kayu Kalimasada adalah pasangan dari Kayu Stigi dan Dewa Dharu. Ketiga jenis kayu ini banyak diburu pejabat tinggi. Jika ketiganya disatukan, memiliki khasiat luar biasa untuk :

Melancarkan rezeki
Meningkatkan keluhuran
Kewibawaan
Keselamatan, dll
Kayu Kalimasada banyak dikoleksi para bisnismen. Biasanya dipadukan dengan Kayu Setigi dan Dewa Dharu dalam bentuk asesoris.

6. KENGKENG

Kayu ini sering digunakan untuk menenangkan bayi rewel (menangis) dengan cara diletakkan di bawah bantal. Khasiat lain dari kayu ini untuk :

Ketentraman rumah tangga
Ketenangan batin, dan
Keselamatan jiwa
Bagi yang ingin lingkungan rumah dan kontor lebih tenang, gunakan kayu Kengkeng sebagai sarana.

7. LIWUNG

Kayu Liwung sering digunakan untuk sarana meditasi karena memiliki karakter menentramkan. Khasiat lain dari kayu ini untuk:

Keluhuran budi
Kewibawaan
Keselamatan
Kayu Liwung jika digunakan sebagai bahan tasbeh, kemudian digunakan untuk wirid/meditasi, menjadikan konsentrasi menjadi lebih maksimal.

8. LOTROK

Kayu lotrok sering digunakan membantu proses melahirkan agar menjadi lebih mudah. Caranya dengan merendamnya lalu diminum. Khasiat lain dari Kayu Lotrok untuk :

Menghilangkan kesialan hidup (sengkala)
Menghilangkan santet, guna-guna, dll
Keselamatan jiwa
Dalam tradisi Jawa, orang yang diruwat (dihilangkan kesialannya) disarankan menggunakan kayu ini.

9. MINGING

Kayu Minging banyak dimiliki kalangan pejabat dan rohaniawan. Khasiatnya untuk :

Menajamkan instink (Indera batin)
Menolak santet, guna-guna
Kewibawaan
Keselamatan jiwa
Karena memiliki karakteristik menajamkan instink, anda yang bisnis dibidang saham layak memilikinya.

10. MULEN

Kayu Mulen sering digunakan untuk penyembuhan. Jika kayu ini dimasukkan pada air putih lalu dibacakan doa-doa penyembuhan, dapat memperkuat dari khasiat doa itu. Khasiat lain kayu ini untuk :

Keselamatan jiwa
Kewibawaan
Kesehatan
Penangkal santet, guna-guna, dll
Kalangan paranormal dan tabib banyak memanfaatkan kayu Mulen untuk memperkuat energi batinnya, termasuk mereka yang sedang dalam proses penyembuhan secara medis.

11. NAGA SARI

Kayu Naga Sari berkahasiat untuk penolak bahaya, termasuk petir dan janis bahaya lain, (kecelakaan lalu lintas). Dibidang pengobatan dapat digunakan untuk mengobati penyakit ringan dan penyakit dalam. Khasiat lainnya untuk :

Kewibawaan
Keharmonisan rumah tangga
Meningkatkan karisma (daya tarik)
Menambah khasiat jamu (secuil kayu Naga Sari dicampur pada jamu, menambah khasiatnya)
Dalam catatan sejarah tosan aji, kayu Naga Sari digunakan sebagai tangkai tombak Kiai Pleret milik Panembahan Senopati. Namun kayu Naga Sari energinya menjadi kotor jika dipegang orang yang pernah melakukan pembunuhan tanpa hak, dengan memegang kayu pelaku pembunuhan dapat kejang. Orang yang selalu dzalim pada sesama dan kepada Tuhan disarankan tidak menggunakan kayu ini.

Kayu Naga Sari bersifat “mempercepat proses”. Orang yang banyak menjalankan kebajikan akan mendapatkan pahala/manfaat dari apa yang dilakukan, orang jahat pun cepat terkena sial atau musibah.

12. PONG RAMPUNG

Secara umum, Kayu Pong Rampung memiliki khasiat yang sama dengan jenis kayu yang lain. Khasiat yang lain untuk :

Melancarkan rezeki
Meningkatkan kesehatan
Sesuai namanya, rampung (Jawa : Selesai) kayu ini juga sering dibawa mereka yang sedang menghadapi masalah yang rumit sehingga mudah terselesaikan dengan baik.

13. SANGGA LANGIT

Kayu Sangga Langit sering digunakan untuk pelengkap tosan aji. Selain itu juga berkhasiat untuk :

Keselamatan jiwa
Kewibawaan
Keluhuran dan kemuliaan
Kayu Sangga Langit dapat dipadukan dengan kayu Sangga Waja sehingga energi junjung (angkat) lebih maksimal terutama yang berakaitan dengan derajat, pangkat dan rezeki.

14. SANGGA WAJA

Kayu Sangga Waja memiliki khasiat seperti kayu stigi, yaitu sebagai “pemberat” sehingga tidak diperkenankan untuk alat pukul karena dapat berakibat fatal. Khasiat lain dari kayu ini untuk :

Melancarkan rezeki
Menangkal santet, guna-guna, dll
Kesehatan fisik
Ketentraman batin
Keteguhan hati
Khasiat kayu Sangga Waja hampir sama dengan Sangga Langit. Nilai lebih kayu Sangga Waja punya karakter menentramkan.

15. SECANG BRAHMA

Kayu Secang Brahma secara umum memiliki khasiat sama dengan jenis kayu yang lain, yaitu : Kewibawaan, keselamatan, melancarkan rezeki, penangkal santet. Dan khasiat lain yang lebih unik untuk :

Menolak hama
Awet muda – panjang usia
Menetralkan benda/lokasi (angker) dari pengaruh negatif.
Ibu-Ibu agar tetap awet muda sehingga suaminya betah di rumah, silakan memesan asesoris dari kayu Secang Brahma.

16. SEMBOGA

Kayu Semboga sering direndam pada air putih kemudian diminum menjelang tidur malam. Khasiatnya sama dengan Kayu Kebak. Khasiat yang lain untuk :

Menolak santet, guna-guna, dll
Melancarkan rezeki
Kayu semboga banyak dijadikan ageman bagi mereka yang punya jabatan penting yang rawan diserang dengan kekuatan yang metafisis dari lawan politik-bisnisnya.

17. SETIGI

Kayu Setigi adalah kayu yang paling populer diantara kayu bertuah. Kayu ini tergolong langka dan hanya dapat ditemui di pulau-pulau kecil seperti kepulauan Karimunjawa, Jepara.

Kayu Setigi yang asli, warnanya kehitam-hitaman, dan tenggelam jika dimasukkan pada air (walau hanya secuil). Kayu ini banyak dimanfaatkan para jawara sebagai sarana “tahan pukul” dan jika memukul lawan, menyebabkan pingsan dan jika ditempelkan pada bekas gigitan hewan berbisa dapat menempel dan menyedot bisanya keluar.

Khasiat lain dari Kayu setigi untuk :

Meningkatkan kharisma
Penangkal santet, guna-guna, dll
Kekebalan (bagi yang cocok)
Kewibawaan
Keselamatan jiwa
Penyembuhan tulang/Rhematik
Memudahkan rezeki
Kayu setigi memiliki karakter hampir sama dengan kayu Naga Sari. Ditangan orang berahlak baik, kayu ini dapat menjadi “generator” bagi kekuatan spiritualnya, namun energi kayu Setigi menjadi kecil jika dipegang orang yang buruk prilakunya.

Kayu setigi pada umumnya tumbuh pada tanah yang tidak subur dan berbatu. Dan karena dihimpit benda keras menyebabkan teksturnya tidak merata (belang). Setigi yang berasal dari Madura warnanya hitam kemetah-merahan.

HATI-HATI. Banyak beredar tasbih Setigi palsu. Tanda dari yang palsu jika dibelah, warna bagian dalam kayu berbeda dengan bagian luarnya. Misalnya, sisi luar hitam namun bagian dalamnya lebih putih.

18. SULASTRI

Kayu Sulastri disebut “Kayu Kebahagiaan”. Kayu ini memiliki karakter meredam dan mendinginkan suasana. Khasiat dari kayu ini untuk :

Keharmonisan rumah tangga
Kebahagiaan lahir-batin
Kedamaian
Untuk menimbulkan “radius aman” lokasi pertemuan-pertemuan, kayu sulastri selain dapat dikamuflase dalam bentuk asesoris yang kenakan.

19. TASAK/SULAIMAN

Kayu Tasak/Sulaiman memiliki khasiat yang luar biasa, sampai-sampai orang yang mentalnya labil, disarankan sebaiknya tidak menyimpan atau membawa kayu ini. Khasiat lain dari kayu ini untuk :

Meningkatkan karisma (daya tarik)
Kewibawaan (mutlak)
Keselamatan dari bahaya
Keteguhan hati dalam menghadapi masalah
Anti binatang buas
Menetralkan lokasi angker akibat guna-guna, jin, setan, dll
Dalam catatan sejarah, kayu tasak/tesek digunakan oleh Ki Ageng Mangir dan Kiai Baru Klinting dalam legenda Rawa Pening, Ambarawa, Jawa Tengah.

20. TAWA

Kayu tawa memiliki banyak khasiat. Selain untuk rangka keris, kayu tawa ampuh untuk menetralkan tempat angker. Juga berkhasiat untuk :

Penolak pageblug hewan (flu burung), dll.
Obat dari gigitan hewan berbisa
Menentramkan roh yang gentayangan
Menurut Ki Gondo Darman –dalang tertua- di Sala, belum dianggap dalang wayang kulit, sebelum memiliki pusaka bertangkai kayu Tawa atau Mentawa.

21. WALIKUKUN

Kayu Walikukun disebut juga Kayu Laduni, dimana seseorang yang memanfaatkannya memiliki tingkat kecerdasan tinggi. Khasiat kayu ini untuk :

Meningkatkan imajinasi dan kreativitas
Keselamatan jiwa
Kewibawaan
Para pencipta, seniman, desainer “wajib” memiliki kayu ini.

22. WEGIG

Kayu Wegig berkhasiat hampir sama dengan Kayu Walikukun. Wegig adalah kayu pegangan para pencipta dan para seniman. Khasiat utamaya untuk :

Kecerdasan akal
Cermat dan teliti
Bijaksana dalam mengambil keputusan
Selain yang tersebut diatas, kayu Wegig berkhasiat untuk keselamatan dan kewibawaan. Para pengambil keputusan sangat cocok memanfaatkan kayu ini.

23. WINONG

Kayu Winong sering digunakan para ahli metafisika yang meyakini bahwa manusia dapat berkomunikasi dengan ruh. Kayu ini disukai para makhluk ghaib dan para leluhur. Dan khasiat lainnya untuk :

Menolak santet, guna-guna, dll
Kebijaksanaan
Keselamatan jiwa
Mereka yang nyalinya kecil, memiliki gejala jiwa dan lemah jantung tidak disarankan memanfaatkan kayu ini.

TENTANG KAYU “BERTUAH”

Kayu memiliki kekuatan pemancar. Misalnya, anda punya niat selamat dari kejahatan maka kayu itu berperan sebagai pemancar yang frekuensinya tidak terukur dan ini sudah dibuktikan secara ilmiah.

Kayu memancarkan energi, nur atau cahaya. Cahaya memiliki frekuensi sangat tinggi dan gelombang-gemombang molekul ion yang jika dipicu dengan doa dari jalur agama maupun “amalan” dari jalur ilmu, frekuensinya menjadi lebih kuat dan tinggi dan menimbulkan aura. Nur atau cahaya rumusnya 328 tahun cahaya atau R sehingga logika manusia tidak dapat menjangkau.

Energi yang terdapat pada kayu “bertuah” itu terlalu halus dan relatif dan secara kimiawi terdeteksi. Ketika masih hidup, kayu “bertuah” mengandung zat-zat netrogenium yang sangat tinggi.






Kayu Berkhasiat Bertuah Langka adalah Kayu SURGA yang Hidup di Dunia



Created by : M Imron Pribadi



Pohon adalah salah satu jenis mahluk Allah swt yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Karena pohon  adalah bagian dari sumber kehidupan di bumi yang mejaga alam dari gaya grafitasi bumi serta keseimbangan ekosistem. Sehingga tanpa kita ketahui lebih banyak sesungguhnya Allah menciptakan seluruh mahluknya termasuk pohon adalah bagian dari wajahNya yang harus kita makrifati dengan tetap konsisten pada pengesaan Allah mentauhidkan Allah hingga ikhlas karena Allah.


Dengan demikian banyak sekali jenis pohon pohon yang diberkahi oleh Allah swt karena menyimpan sirr as sirrNya atas asmaNay af'alNya serta nurNya. Jadi dari sini dapatlah kita petik lagi satu pengetahuan tentang makrifat diri pada pohon pohon bertuah atau pohon pohon yang membawa berkah karena pohon itu telah  mendapat nurNya. Sehingga nampak jelas pada khasiat dan kegunaan dari pohon itu. dari sini dapat kita simpulkan dengan sesungguhnya bukan pohonnnya sebenarnya yang sakti yang ampuh tetapi Allah lah yang memberi manfaat serta khasiatnya.

Sebagai bahan resensi dan referensi tulisan ini yang kami baca dari berbagai tulisaan di website, buku buku yang kami miliki, majalah serta referensi personal dari para ahli kayu bertuah. Maka dapat sedikit kami simpulkan disini yang dimaksud dengan kayu bertuah adalah kayu yang secara kodrati atas kehendakNya serta atas upaya kita memakrifatinya yang  mengandung daya kekuatan alamiah energi Prana atau energi bion  dalam potensi supranatural yang berpengaruh kepada kehidupan  manusia dan lingkungannya serta bukan suatu rekayasa manusia atau sulap bim sala bim belaka.

Dimana sumber intisari dari kekuatan magis kayu bertuah tersebut pada intinya  bersumber pada Allah Yang Maha Kuasa  yang menurunkan anugrahnya melalui hasil ciptaanNya berupa pohon pohon surge yang dihidupkan di bumi ini. Hal ini  supaya manusia sebagai mahluk yang berakal  dengan kekuatan logikanya dapat mengakui atas kebesaran, kekuasaan, kemahaanNya dan segalanya atas segala sesuatu yang meliputi di laur dan didalam.
 
Pengetahuan tentang kayu bertuah ini sudah dikenal sejak zaman dahulu oleh nenek moyang kita  mulaia jaman nabi adam hingga Muhammad saw dan sampai kini tetap  dimanfaatkan sebagai salah satu sarana dan prasarana untuk mencapai suatu cita-cita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak.

Berikut ini marilah kita simak jenis jenis pohon surga yang bertuah dengan berbagai khasiatnya, tentu khasiat yang dimaksud dalam tulisan ini setelah kayu tersebut di makrifati atau karena secarfa khusus kayu tersebut telah memiliki kelebihan yang dagtang langsung benar benar karena Allah atau hasil akibat dari prosesi baiat atas nama Allah yang ditaruh pada kayu tersebut,  diantaranya adalah :


  1.        Kayu Aji Winong
  2.        Kayu Akar Bahar
  3.        Kayu Akar Batu
  4.        Kayu Boga
  5.        Kayu Dewadaru
  6.        Kayu Galih Asem/Galih Iren
  7.        Kayu Galih Kelor 
  8.        Kayu Jati Luwih atau jati Kluwih
  9.        Kayu Johar
  10.        Kayu Kebak
  11.        Kayu Kengkeng   
  12.        Kayu Kebak 
  13.        Kayu Kaokah/ kokka/ kuka/ kuk
  14.        Kayu Kalimasada
  15.        Kayu Klampis Hitam /Semar Hitam
  16.        Kayu Kemuning
  17.        Kayu Lotrok/Lontrok 
  18.        Kayu Lingsar / Lingga manic 
  19.        Kayu Liwung 
  20.        Kayu Mingging  
  21.       Kayu Mentigi/Setigi/Drini
  22.       Kayu Nagasari /Sari /Gandek /Cikli /Mandiri
  23.       Kayu Ndoro Putih
  24.       Kayu Pong / Rampung
  25.       Kayu Rao  
  26.       Kayu Sulastri 
  27.       Kayu Setigi Kuning /Setigi jawa/Kastigi / Suntigi / Setigi laut /Setigi darat
  28.       Kayu Sisir     
  29.       Kayu Rukem
  30.       Kayu Sangga waja
  31.       Kayu Sempu
  32.       Kayu Sepang /Secang /Santan /Brahmana / Hamangkubuwono 
  33.       Kayu Songgo Langit 
  34.       Kayu Tayuman / Jengger 
  35.       Kayu Tawa/Mentawa 
  36.       Kayu Tali Arus
  37.       Kayu Tasak/Tengksek/Tesek/Soleman 
  38.       Kayu Tlogosari
  39.       Kayu Unglen/Wunglen/Mulen
  40.       Kayu Ulas /Kayu Gading
  41.       Kayu Wegig 
  42.       Kayu Wahyu 
  43.       Kayu Wide 
  44.       Kayu Walikukun 
       Untuk uraian khasiat dan kegunaan dari masing masing jenis kayu akan kami uraian dalam topic tersendiri dalam blog ini agar tidak terkesan monoton banyak sekali dan biasanya bikin malas membacanya kalau blog terlalu panjang.

Google+ Followers