Jenis Produk Kerajinan Handicraft Tongkat Kayu Galih Asem Ukir Wayang Kulit Prabu Sentanu , Persembahan team
MAKRIFAT BUSINESS Sentral Galeri Kerajinan Seni Acecories Souvenir Handicraft
Manik Manik Asli Khas Sajian Produk Unggulan Desa TUTUL Balung Jember Jawa
Timur, ini kami jual dengan harga :
(harga belum termasuk ongkos kirim)
KODE PRODUK : TGAWK0PS
MELAYANI HARGA ECERAN, PRESELLER, GROSIR DAN AGEN, KAMI ADALAH EXCELLENCE SERVICE BERAPAPUN ORDERAN AKAN KAMI KIRIM
Sumber artikel dari Wikipedia bahasa Indonesia

Prabu Santanu dalam versi Wayang Jawa
Tokoh dalam mitologi Hindu
Nama:
Santanu
Aksara Dewanagari:
??????
Ejaan Sanskerta:
Santanu
Asal:
Hastinapura, Kerajaan Kuru
Kediaman:
Hastinapura
Kasta:
Ksatriya
Profesi:
Raja
Senjata:
Panah
Dinasti:
Kuru, Candrawangsa
Orang tua:
Pratipa
Pasangan:
Dewi Gangga (alias Jahnawi) danSatyawati (alias Gandawati; alias Durgandini)
Anak:
Bisma, Citranggada, Wicitrawirya
Para Raja
Hastinapura
Mahabharata
• Pratisrawas
• Pratipa
• Santanu
• Citranggada
• Wicitrawirya
• Pandu
• Dretarastra
• Yudistira
• Parikesit
• Janamejaya
• Satanika
• Aswamedadata
Santanu (Sanskerta: ??????; Sa?tanu) adalah tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia adalah putra Raja Pratipa dari trah Candrawangsa, keturunan Maharaja Kuru, yang memiliki tegal bernama Kurukshetra, letaknya di India Utara. Prabu Santanu merupakan ayah Bisma dan secara legal, kakek daripada Pandu dan Dretarastra. Ia memerintah di Hastinapura, ibukota sekaligus pusat pemerintahan para keturunan Kuru, di Kerajaan Kuru.
Kehidupan awal
Prabu Santanu merupakan putra dari pasangan Raja Pratipa dengan Ratu Sunanda, keturunan Raja Kuru, yang menurunkan keluarga para Pandawadan Korawa. Santanu berasal dari kata çanta yang berarti tenang, sebab Prabu Pratipa dalam keadaan tenang pada saat putranya lahir. Prabu Santanu sangat tampan, sangat cakap dalam memainkan senjata, dan senang berburu ke hutan. Pada saat ayahnya hendak pensiun, kakaknya,Dewapi dan Bahlika menolak mewarisi tahta. Dewapi memutuskan untuk hidup sebagai pertapa demi menemukan kedamaian, sementara Bahlika memutuskan untuk pergi berkelanan ke India Barat. Maka dari itu, Santanu menggantikan posisi ayahnya, Raja Pratipa, sebagai raja di Hastinapura.
Pernikahan dengan Gangga
Pada saat Prabu Santanu berburu ke tepi sungai Gangga, ia bertemu dengan wanita yang sangat cantik dan tubuhnya sangat indah. Wanita tersebut adalah Dewi Gangga (dalam tradisi Jawa disebut "Jahnawi"). Ia kena kutuk Dewa Brahma untuk turun ke bumi dan menjadi pasangan keturunan RajaKuru. Karena terpikat oleh kecantikannya, Prabu Santanu merasa jatuh cinta. Dewi Gangga pun bersedia menjadi permaisurinya dengan syarat bahwa apapun yang ia lakukan terhadap anaknya, Prabu Santanu tidak boleh melarangnya. Jika Prabu Santanu melanggar janjinya, maka Dewi Gangga akan meninggalkannya. Karena perasaan cinta yang meluap-luap, maka syarat tersebut dipenuhi.Setelah menikah, Dewi Gangga mengandung putranya yang pertama. Namun tak lama setelah anak tersebut lahir, ibunya segera menenggelamkannya ke sungai Gangga. Begitu pula pada para puternya yang selanjutnya, semua mengalami nasib yang sama. Sang raja mengetahui hal tersebut karena selalu membuntuti istrinya, namun ia tak kuasa mencegah karena terikat akan janji pernikahannya. Ketika Sang Dewi mengandung putranya yang kedelapan, Prabu Santanu tak tahan lagi. Lalu ia menghentikan perbuatan permaisurinya yang ia anggap sebagai perbuatan biadab dan tidak berperikemanusiaan.
Kemunculan Bisma
Prabu Santanu akhirnya merelakan kepergian permaisurinya dan kembali lagi ke istana, memerintah kerajaan Hastinapura. 16 tahun kemudian, Prabu Santanu yang sedang bosan, jalan-jalan ke tepi sungai Gangga. Di sana ia melihat seorang putra yang sangat kuat, mampu membendung air sungai Gangga menggunakan ratusan anak panah. Setelah ibunya (Dewi Gangga) muncul dan menjelaskan asal-usul anak tersebut, Prabu Santanu sangat gembira, sebab putranya yang dibawa pergi semenjak lahir telah kembali pulang. Oleh Santanu, anak tersebut diberi nama Dewabrata. Sang Prabu mengajak anak tersebut ke istana. Dewabrata tumbuh menjadi putera yang berbakti kepada orang tua dan memiliki jiwa ksatria tinggi. Ia bahkan dicalonkan sebagai penerus tahta.Pernikahan dengan Gandawati


0 Tanggapan:
Posting Komentar
Silahkan komentar disini jika mau oder, saran, kritik membangun, komplain, sumbang sich pemikiran dll, tapi mohon maaf pihak management Makrifat Business melakukan moderasi setiap komentar yang masuk